Kamis, 25 Januari 2018

Tugas 2 Media Online


Apa yang khas dari jurnalistik online?
·         Online sebagai media penerbitan
Setelah wartawan mengumpulkan dan memilih informasi, mereka lalu membagikannya kepada para pembaca. Proses penerbitan di media cetak lebih kompleks dan rumit. Mereka harus dapat menerbitkan  berita harian yang sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan setiap masyarakat banyak secara umum untuk dapat menarik minat dalam membeli surat kabar tersebut. Penerbit surat kabar harus dapat mengetahui berita apa yang tepat yang untuk dijadikan headline pada setiap hari yang berbeda. Penerbitan secara online dapat membuka jalan baru dalam mendapatklan informasi yang sesuai dengan kebutuhan setiap masyarakat yang berbeda dan membangun hubungan yang lebih dinamis dengan para pembacanya.
Opini :

·         Penyebaran Informasi

1.      Immediacy (Kesegaran)
Kesegaran atau kecepatan dalam penyampaian informasi. Dalam radio maupun TV memang juga dapat menyebarkan informasi secara cepat, namun biasanya harus menotong acara lain yang tengah berlangsung. Tidak pada jurnalistik online, tiap dalam hitungtan detik sebuah berita dapat dengan cepat dipsoting.

2.      Multiple Pagination
Ratusan halaman yang terkain anatara satu degan yang lain, ataupun dapat dibuka tersendiri (new tab/ new window).

3.      Multimedia
Menyajikan gabungan teks, gambar, audio, video, dan garfis sekaligus.

4.      Flexibelity Delivery Platform
Wartawan dapat menulis berita kapan saja dan dimana saja.


Opini : Media jurnalistik online dapat secara cepat, kapan saja, dan di mana saja mendapatkan dan menyebarkan berita online. Tidak seperti media massa dan cetak yang harus melalui tahap  dan proses yang panjang untuk meberitakan suatu berita.

Pengarsipan
Pengarsipan ini sangat efektif untuk suatu situs berita. Dengan ini, dapat membangun bahan-bahan yang dapat diarsipkan dan dapat dicari. Ini dapat memberikan konteks yang penting untuk reportase saat ini di situs tersebut serta penelitian sumber daya itu sendiri.
Pengarsipan di jurnalisme online ini penting karena kita bisa menyimpan dan mencari bahan kapan saja yang diinginkan dengan mudah. Contohnya di portal berita atau mesin pencari, kita bisa mencari berita yang sudah lama dengan hanya memasukkan kata kunci. Jika dibandingkan dengan media konvensional, contohnya televisi dan radio, tidak akan dapat diarsipkan. Untuk koran dan majalah, dapat diarsipkan tetapi ada kemungkinan bahan akan hilang dan harus mencari bahan yang diinginkan dengan cara membacanya seluruhnya.

Hubungan dengan Pembaca
Konstruksi non-linear dan konsumsi konten.
Dicontohkan pada radio. Radio adalah medium yang linear. Pendengar tidak dapat memilih konten apa yang akan didengar. Mereka hanya bisa mendengarkan saja apa yang disediakan atau memiliki sedikit kontrol dengan mengganti stasiun radio atau mematikan total.
Web berbasis pada konsumsi non-linear. Mereka dapat memilih cerita atau konten yang menarik perhatian mereka. Web berhati-hati dalam memilih dan menyajikan berita, mereka menggabungkan relevansi kedekatan dan audiens.
Pola konsumsi dibuat oleh audiens, bukan oleh penyedia. Jika dilanjutkan dengan menyediakan persitiwa, isu, dan opini yang hanya dapat dikonsumsi oleh kelompok homogen, maka akan berakhjir dengan single block di layar teks. Itu mungkin menyebabakan banyak yang mengscroll (orang yang tidak suka akan melakukannya). Itu juga membatasi entry point untuk pelengkap elemen media online lain, seperti multimedia dan link ke situs lain.
Dengan mengumpulkan informasi, mungkin saja Anda dapat merekonstruksi menjadi sebuah berita yang dapat mencakup seluruh jangkauan, tetapi juga untuk pembaca yang terisolasi, Anda akan cenderung untuk menarik dan mempertahankan pembaca yang lebih besar dan lebih bervariasi.
Dengan jurnalisme online ini, audiens dapat memilih konten apa yang diinginkan dan sesuai kebutuhannya. Jika dibandingkan dengan media tradisional, kita tidak dapat dengan leluasa memilih. Seperti contoh radio diatas. Kita tidak bisa memilih tapi hanya memiliki sedikit kontrol dengan mengganti stasiun radio atau mematikan total. Sehingga, audiens akan lebih banyak yang memilih jurnalisme online.

Interaktivitas
Didalam interaktivitas hal paling penting adalah bagaimana pemirsa didorong untuk mengkomsumsi. Interaktivitas dari publik kepada jurnalis dalam jurnalisme online sangat dimungkinkan dengan adanya akses yang semakin luas. Pembaca dibiarkan untuk menjadi pengguna. Hal ini sangat penting semakin audiens semakin terlibat, maka semakin merasa dirinya di libatkan dan senang membaca berita yang ada. Ada beberapa tingkatan dalam interaktivitas yaitu konsumen berinteraksi dengan provider dimana pembaca dengan yang di e-mail wartawan berpandangan tentang apa yang telah ditulis atau berikan lebih jauh informasi yang ada. Konsumen berinteraksi dengan konsumen yaitu penggunaan papan pesan di situs web memungkinkan pembaca untuk bertukar pandangan dan informasi, kemudian konsumen juga bisa menjadi provider dimana konsumen memberikan kontribusi.  

Linkage (keterkaitan)
Keterkaitan disini adalah untuk menghubungkan pembaca ke situs lainnya, dimana pembaca saat membuka satu situs akan muncul hal yang membuat pembaca akan memiliki ketertarikan  untuk membuka dan  kemudian pasti akan menyambungkan dengan situs lain. Bukan hanya itu akan tetapi beberapa dari itu biasanya terkait dengan fitur dan file fakta. Biasanya keterkaitan ini menawarkan semuanya dan menghubungkan para pembava ke situs web lokal seperti otoritas pendidikan,  departemen pemerintah terkait, inspektorat sekolah, kelompok tekanan lokal, serikat guru, asosiasi kepala sekolah, partai politik, dan lainnya.

APA EFEK DARI SEMUA INI TERHADAP JURNALISME SELAMA INI?
Internet memberikan dampak luar biasa seperti kata Brian Appleyard. Internet memberitahukan kita tentang dunia jurnalisme, bagaimana perubahan dalam dunia jurnalisme.
Banyak jurnalis yang mnyesuaikan diri dengan hadirnya media online. Beberapa media berita terutama di Inggris terlambat untuk menyediakan fasilitas yang diperlukan. Tidak hanya dari jurnalis, hambatan juga datang dari organisasi. Butuh waktu dan pelatihan yang intens untuk memahami semua ini, seperti bagaimana memanfaatkan mesin pencari sebaik baiknya dan bagaimana akses informasi yang terbatas.
Kinerja halaman web dalam menjalankan konten berupa grafik, gambar, video dan audio merupakan hambatan selanjutnya.
Jurnalisme sebenarnya sangat tradisional. Mereka terbiasa dengan siklus-siklus produksi berita dengan tempo tertentu. Namun dengan media online tempo harus di naikkan. Masyarakat menginginkan berita yang mereka inginkan kapanpun sehingga berita harus setiap saat ada.
Jurnalisme online sangat mementingkan hubungan antara reporter, pembaca dan keterampilan dari jurnalis. Beritanya harus memuat berita-berita yang bermanfaat.
Menurut kami jurnalisme online telah merubah bagaimana kebiasaan – kebiasaan yang terbentuk dari dunia jurnalisme. Hal ini merupakan tantangan bagi para perusahaan media untuk memenuhi kebutuhan masyarakat

Nama Anggota:
Thomas Kurniawan                14150031
Claudia Agettha Sari             14150041
Wenny                                     14150005
Steffani Candra Wijaya          14150006