Apa
yang khas dari jurnalistik online?
·
Online sebagai media penerbitan
Setelah wartawan
mengumpulkan dan memilih informasi, mereka lalu membagikannya kepada para
pembaca. Proses penerbitan di media cetak lebih kompleks dan rumit. Mereka
harus dapat menerbitkan berita harian
yang sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan setiap masyarakat banyak secara
umum untuk dapat menarik minat dalam membeli surat kabar tersebut. Penerbit
surat kabar harus dapat mengetahui berita apa yang tepat yang untuk dijadikan
headline pada setiap hari yang berbeda. Penerbitan secara online dapat membuka
jalan baru dalam mendapatklan informasi yang sesuai dengan kebutuhan setiap
masyarakat yang berbeda dan membangun hubungan yang lebih dinamis dengan para
pembacanya.
Opini :
·
Penyebaran Informasi
1.
Immediacy (Kesegaran)
Kesegaran
atau kecepatan dalam penyampaian informasi. Dalam radio maupun TV memang juga
dapat menyebarkan informasi secara cepat, namun biasanya harus menotong acara
lain yang tengah berlangsung. Tidak pada jurnalistik online, tiap dalam
hitungtan detik sebuah berita dapat dengan cepat dipsoting.
2.
Multiple Pagination
Ratusan
halaman yang terkain anatara satu degan yang lain, ataupun dapat dibuka
tersendiri (new tab/ new window).
3.
Multimedia
Menyajikan
gabungan teks, gambar, audio, video, dan garfis sekaligus.
4.
Flexibelity Delivery Platform
Wartawan
dapat menulis berita kapan saja dan dimana saja.
Opini
: Media jurnalistik online dapat secara cepat, kapan saja, dan di mana saja
mendapatkan dan menyebarkan berita online. Tidak seperti media massa dan cetak
yang harus melalui tahap dan proses yang
panjang untuk meberitakan suatu berita.
Pengarsipan
Pengarsipan
ini sangat efektif untuk suatu situs berita. Dengan ini, dapat membangun
bahan-bahan yang dapat diarsipkan dan dapat dicari. Ini dapat memberikan konteks
yang penting untuk reportase saat ini di situs tersebut serta penelitian sumber
daya itu sendiri.
Pengarsipan
di jurnalisme online ini penting karena kita bisa menyimpan dan mencari bahan
kapan saja yang diinginkan dengan mudah. Contohnya di portal berita atau mesin
pencari, kita bisa mencari berita yang sudah lama dengan hanya memasukkan kata
kunci. Jika dibandingkan dengan media konvensional, contohnya televisi dan
radio, tidak akan dapat diarsipkan. Untuk koran dan majalah, dapat diarsipkan
tetapi ada kemungkinan bahan akan hilang dan harus mencari bahan yang
diinginkan dengan cara membacanya seluruhnya.
Hubungan dengan Pembaca
Konstruksi
non-linear dan konsumsi konten.
Dicontohkan
pada radio. Radio adalah medium yang linear. Pendengar tidak dapat memilih
konten apa yang akan didengar. Mereka hanya bisa mendengarkan saja apa yang
disediakan atau memiliki sedikit kontrol dengan mengganti stasiun radio atau
mematikan total.
Web
berbasis pada konsumsi non-linear. Mereka dapat memilih cerita atau konten yang
menarik perhatian mereka. Web berhati-hati dalam memilih dan menyajikan berita,
mereka menggabungkan relevansi kedekatan dan audiens.
Pola
konsumsi dibuat oleh audiens, bukan oleh penyedia. Jika dilanjutkan dengan
menyediakan persitiwa, isu, dan opini yang hanya dapat dikonsumsi oleh kelompok
homogen, maka akan berakhjir dengan single block di layar teks. Itu mungkin
menyebabakan banyak yang mengscroll (orang yang tidak suka akan melakukannya). Itu
juga membatasi entry point untuk pelengkap elemen media online lain, seperti
multimedia dan link ke situs lain.
Dengan
mengumpulkan informasi, mungkin saja Anda dapat merekonstruksi menjadi sebuah
berita yang dapat mencakup seluruh jangkauan, tetapi juga untuk pembaca yang
terisolasi, Anda akan cenderung untuk menarik dan mempertahankan pembaca yang
lebih besar dan lebih bervariasi.
Dengan
jurnalisme online ini, audiens dapat memilih konten apa yang diinginkan dan
sesuai kebutuhannya. Jika dibandingkan dengan media tradisional, kita tidak
dapat dengan leluasa memilih. Seperti contoh radio diatas. Kita tidak bisa
memilih tapi hanya memiliki sedikit kontrol dengan mengganti stasiun radio atau
mematikan total. Sehingga, audiens akan lebih banyak yang memilih jurnalisme
online.
Interaktivitas
Didalam
interaktivitas hal paling penting adalah bagaimana pemirsa didorong untuk
mengkomsumsi. Interaktivitas dari publik kepada jurnalis dalam jurnalisme
online sangat dimungkinkan dengan adanya akses yang semakin luas. Pembaca
dibiarkan untuk menjadi pengguna. Hal ini sangat penting semakin audiens
semakin terlibat, maka semakin merasa dirinya di libatkan dan senang membaca
berita yang ada. Ada beberapa tingkatan dalam interaktivitas yaitu konsumen
berinteraksi dengan provider dimana pembaca dengan yang di e-mail wartawan
berpandangan tentang apa yang telah ditulis atau berikan lebih jauh informasi
yang ada. Konsumen berinteraksi dengan konsumen yaitu penggunaan papan pesan di
situs web memungkinkan pembaca untuk bertukar pandangan dan informasi, kemudian
konsumen juga bisa menjadi provider dimana konsumen memberikan kontribusi.
Linkage (keterkaitan)
Keterkaitan
disini adalah untuk menghubungkan pembaca ke situs lainnya, dimana pembaca saat
membuka satu situs akan muncul hal yang membuat pembaca akan memiliki
ketertarikan untuk membuka dan kemudian pasti akan menyambungkan dengan
situs lain. Bukan hanya itu akan tetapi beberapa dari itu biasanya terkait dengan
fitur dan file fakta. Biasanya keterkaitan ini menawarkan semuanya dan menghubungkan
para pembava ke situs web lokal seperti otoritas pendidikan, departemen pemerintah terkait, inspektorat
sekolah, kelompok tekanan lokal, serikat guru, asosiasi kepala sekolah, partai
politik, dan lainnya.
APA EFEK DARI SEMUA INI TERHADAP JURNALISME
SELAMA INI?
Internet memberikan dampak
luar biasa seperti kata Brian Appleyard. Internet memberitahukan kita tentang
dunia jurnalisme, bagaimana perubahan dalam dunia jurnalisme.
Banyak jurnalis yang
mnyesuaikan diri dengan hadirnya media online. Beberapa media berita terutama
di Inggris terlambat untuk menyediakan fasilitas yang diperlukan. Tidak hanya
dari jurnalis, hambatan juga datang dari organisasi. Butuh waktu dan pelatihan
yang intens untuk memahami semua ini, seperti bagaimana memanfaatkan mesin
pencari sebaik baiknya dan bagaimana akses informasi yang terbatas.
Kinerja halaman web dalam
menjalankan konten berupa grafik, gambar, video dan audio merupakan hambatan
selanjutnya.
Jurnalisme sebenarnya sangat tradisional.
Mereka terbiasa dengan siklus-siklus produksi berita dengan tempo tertentu.
Namun dengan media online tempo harus di naikkan. Masyarakat menginginkan
berita yang mereka inginkan kapanpun sehingga berita harus setiap saat ada.
Jurnalisme online sangat
mementingkan hubungan antara reporter, pembaca dan keterampilan dari jurnalis.
Beritanya harus memuat berita-berita yang bermanfaat.
Menurut kami jurnalisme
online telah merubah bagaimana kebiasaan – kebiasaan yang terbentuk dari dunia
jurnalisme. Hal ini merupakan tantangan bagi para perusahaan media untuk
memenuhi kebutuhan masyarakat
Nama Anggota:
Thomas Kurniawan
14150031
Claudia Agettha Sari
14150041
Wenny 14150005
Steffani Candra Wijaya 14150006