Kamis, 27 Oktober 2016

Perjalanan Sang Pemimpin


Jakarta - Seorang lelaki berjalan sambil membawa sekantong beras. Senyum tersemat di wajahnya sambil memberikan kantong tersebut kepada seorang wanita paruh baya. Dengan menggunakan kemeja putih dan celana hitam yang dilengkapi dengan sebuah peci di atas kepalanya ia kemudian berjalan ke  lorong pasar dan menyalami para pedagang.

Jokowi ikut membagikan beras di Lebak, Banten

"Sempat gak percaya, apalagi ini Presiden loh, datang ke sini, ya kami tunggu lah pengen ketemu langsung sama beliau," tutur Rusmiasih, warga Lebak, Banten. Warga merasa antusias dan rela berdesak-desakan demi bersalaman dengan sang presiden. Pemerintah daerah, kepolosian, dan TNI pun sangat senang menerima kehadirannya.

Pria kelahiran Surakarta, 21 Juni 1961 bernama lengkap Joko Widodo atau lebih akrab dipanggil Jokowi ini sempat merasakan pahitnya kehidupan saat rumahnya tergusur hingga 3 kali. Rumah sekaligus tempat usaha kayu ayahnya di daerah Cinderejo Lor, digusur dan dijadikan pusat jasa travel. Tetapi ia tetap berusaha dan melanjutkan bisnis ayahnya.

Pada tahun 2005, Jokowi memutuskan untuk mencalonkan diri menjadi Walikota Solo bersama wakilnya F.X. Hadi Rudyatmo. Pada awalnya banyak yang meragukan kemampuannya menjadi walikota, tetapi ia membuktikannya dengan membawa kemajuan di Solo dengan meniru pengembangan kota-kota di Eropa.

Berkat pencapaian pada periode sebelumnya, ia dipercaya kembali sebagai Wali Kota Solo dengan suara melebihi 90%. Di bawah kepemimpinannya, bus Batik Solo Trans diperkenalkan, berbagai kawasan seperti Jalan Slamet Riyadi dan Ngarsopuro diremajakan, dan Solo menjadi tuan rumah berbagai acara internasional. 

Dengan kepemimpinannya yang merubah Solo, kemudian pada tahun 2012, Jokowi dicalonkan menjadi Gubernur DKI Jakarta. Ia kembali maju dengan Ahok sebagai wakil gubernur. Baju kotak-kotak dan salam dua jari menjadi ciri khas dari kandidat ini. Walaupun melewati perlawanan yang sengit, tetapi Jokowi berhasil menjadi gubernur.

Setelah menjadi Gubernur Jakarta, banyak “gebrakan” yang menarik perhatian. Contohnya yaitu Kampung Deret, Kartu Jakarta Sehat, dan Kartu Jakarta Pintar. Dengan kebijakannya tersebut, tentunya meningkatkan popularitasnya sebagai gubernur berprestasi. Dari kepopularitasannya tersebut, Ia ditunjuk untuk menjadi presiden walaupun belum masa akhir jabatan.

Pada tanggal 19 Mei 2014, Jokowi mengumumkan bahwa Jusuf Kalla akan menjadi calon wakil presidennya. Posisi gubernur akan digantikan oleh Ahok dan wakilnya adalah Djarot Saiful Hidayat. Dan tepat pada tanggal 20 November 2014, pria yang khas berbicara dengan logat Jawanya ini resmi dilantik menjadi Presiden ke-7 Indonesia.

Atas prestasinya, Jokowi mendapat banyak penghargaan. Salah satu yang membanggakan juga bagi Indonesia yaitu penghargaan dari Fortune Magazine sebagai 50 pemimpin terbaik dunia. Dan juga Ia terpilih sebagai wali kota terbaik ketiga sedunia dalam pemilihan World Mayor Project 2012.

Penghargaan dari Fortune Magazine



Claudia Agettha Sari - 14150041- 3 PIK 5


Tidak ada komentar:

Posting Komentar