Claudia
Agettha Sari
14150041
Mengenal
Pelaku Film dari Dekat
Tahun ketiga Communication
Summit yang diadakan oleh prodi Ilmu Komunikasi Universitas Bunda Mulia
ditutup dengan istimewa. Acara Seminar Nasional adalah akhir dari rangkaian acara
yang sudah berlangsung dari 20-26 April. Dengan mengangkat tema “Film Indonesia
Layaknya Mahakarya”, acara ini mengundang pelaku film di Indonesia, yaitu aktor
Brandon Salim dan Sutradara Ginanti Rona.
![]() |
| Pembicara Brandon Salim dan Ginanti Rona |
Ginanti Rona adalah seorang sutradara perempuan yang
memulai kariernya di film Rumah Dara pada 2010. Awalnya ia hanya menjadi
asisten sutradara. Karena kemampuannya dan keahliannya, ia dikenalkan kepada
beberapa sutradara film dan akhirnya diajak untuk menjadi asisten sutradara
dalam film The Raid dan The Raid 2. Hal tersebut yang membuat ia
mempunya prinsip bahwa work ethics
dan relasi itu penting.
“Awalnya harus punya passion untuk jadi film maker”,
ungkap Ginanti Rona. Berawal dari menonton film Jurrasic Park bersama orang tuanya di Aceh, ia mulai memiliki rasa
ingin tahu bagaimana cara pembuatan film. Itulah yang memutuskannya untuk
berkuliah di Institut Kesenian Jakarta jurusan film dan televisi.
Menurutnya, sebuah film tidak hanya terpaku pada
genre, tetapi yang paling penting adalah menciptakan sebuah karakter unik yang
ada di dalam sebuah film. Berawal dari ide yang dibuat menjadi sinopsis lalu
dikembangkan menjadi skenario. Tentu harus ada riset dan tujuan yang kuat untuk
membuatnya.
Seiring perkembangan waktu, Ginanti Rona sudah
menjadi sutradara untuk film Midnight
Show yang dirilis pada 14 Januari 2016 lalu. Dan saat ini, ia sedang
menggarap film Anak Hoki yang menceritakan tentang perjalanan hidup dari Mantan
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama.
Selain Ginanti Rona, aktor Brandon Salim juga hadir
menjadi pembicara untuk Seminar Nasional ini. Mengawali karir di bidang musik, tidak
membatasi dirinya untuk terjun di bidang peran. Dengan dorongan orang tua, ia
berusaha untuk mencoba bidang tersebut. Heartbeat
adalah film pertama yang dibintangi oleh Brandon.
“Kalau mau sukses harus fleksibel”, ujar Brandon. Menurutnya,
multitalent adalah salah satu kunci
dari keberhasilan. Kita harus bisa menyesuaikan dengan keadaan yang ada. Brandon
mengungkapkan bahwa ia dapat menjadi penyanyi, MC, dan aktor. Itulah yang membuatnya semakin terkenal dan dapat
bertahan di bidang tersebut.
Dengan dipimpin oleh moderator dari Dosen Univeritas
Bunda Mulia, Nico Setiawan Susilo dan Fanty Pratiwi Meita, kegiatan seminar ini
menjadi semakin menarik. Selain itu, acara juga diisi oleh beberapa UKM seperti
UKM Vou dan Dance yang menambah kemeriahan acara penutupan Commit yang diadakan
di TUGA UBM.
Kemudian acara ditutup dengan penyerahan token of appreciation kepada para
pembicara dan moderator serta diikuti dengan pengumuman pemenang lomba yang
sudah dilaksanakan sebelumnya yaitu dari kompetisi radio yang diadakan oleh Klub
Biems Radio dan Future Newscaster yang
diadakan oleh Newscaster Club.
![]() |
| Penyerahan Token of Appreciation |


Tidak ada komentar:
Posting Komentar